Rabu, 22 Mei 2013

contoh angket penelitian

Lampiran: 3
 
ANGKET PENELITIAN

I.         Identitas

Nama     :
Kelas     :

II.      Petunjuk Pengisian

-          Lingkarilah salah satu huruf a, b, atau c pada jawaban yang dianggap benar dari pertanyaan-pertanyaan dibawah ini.
-          Jawablah dengan sebenar-benarnya sesuai dengan kenyataan yang anda alami.

III.   Soal-Soal Angket

A.    Motivasi Guru
1.      Apakah dengan pujian anda akan senang?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
2.      Setelah mendapat pujian apakah anda terus meningkatkan kualitas anda?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
3.      Ketika anda mendapatkan teguran dari guru apa yang anda lakukan?
a. Marah                          b. Memperhatikan                     c. Tidak tahu
4.      Apakah dengan teguran anda selalu berbenah?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
5.      Apakah anda selalu menginginkan tujuan dari pelajaran yang diberikan oleh guru?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
6.      Dengan materi yang mempunyai tujuan yang jelas, apakah anda bersemangat mempelajari pelajaran tersebut?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
B.     Aktifitas Belajar di Sekolah
1.      Apakah saudara selalu mencatat pelajaran yang diterangkan oleh guru?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
2.      Apa yang saudara lakukan bila kebetulan saudara tidak masuk?
a. Berusaha untuk melengkapi pelajaran                          c. Tidak berusaha
b. Kadang-kadang berusaha                                            
3.      Dalam kegiatan KBM, apakah saudara memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh guru?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak pernah
4.      Apakah yang saudara lakukan apabila keterangan yang disampaikan oleh guru kurang jelas?
a. Mohon diulangi lagi         b. Bertanya di luar pelajaran            c. Diam
5.      Selain memberikan keterangan, biasanya guru memberi kesempatan untuk bertanya, apakah saudara juga bertanya?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
6.      Dalam menghadapi suatu pelajaran, kadang-kadang saudara mengalami kesulitan, bagaimana usaha saudara?
a. Mencari teman belajar           b. Belajar sendiri           c. Tidak pernah belajar
C.    Aktifitas Belajar di Rumah
1.      Apakah saudara mempunyai jadwal pelajaran di rumah?
a. Ya, punya                    b. Belum punya                        c. Tidak punya
2.      Jika saudara di rumah tidak belajar, bagaimana perasaan saudara setelah masuk sekolah?
a. Ada perasaan takut          b. Kadang-kadang takut      c. Biasa-biasa saja
3.      Apakah anda senang membaca buku?
a. Ya, senang sekali         b. Kadang-kadang      c. Tidak senang sama sekali
4.      Pernahkah saudara meringkas pelajaran yang diterangkan oleh guru?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak pernah
5.      Perlukah saudara mempunyai teman untuk belajar kelompok?
a. Sangat perlu                b. Kadang-kadang perlu           c. Tidak perlu
6.      Apabila di rumah saudara tidak mempunyai buku pelajaran untuk dibaca, apa usaha saudara?
a. Pinjam di perpustakaan      b. Pinjam dari teman       c. Diam tak berusaha
7.      Apabila saudara diberi tugas oleh guru seperti PR, apakah saudara selalu mengerjakan?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak
8.      Dalam mengerjakan tugas (PR) apakah saudara mengerjakan sendiri?
a. Ya                                b. Kadang-kadang                    c. Tidak


Nama-Nama Responden
Lampiran: 2
 
MA. Mu’alimin Ma’arif Cokromenggalan Ponorogo
Tahun Pelajaran 2003/2004
No
Nama Responden
Jenis
Kelamin
L

P

1
2
3
4
1
R. Satya Ajie P.
L

2
Ahmad Baihaki
L

3
Roni Kurniawan
L

4
Koirul Ma’arif
L

5
Jovi Rangga
L

6
Dion Vawata
L

7
Arison
L

8
Alexandher
L

9
Titan Autonia
L

10
Ardi Candra
L

11
Deni Putra
L

12
Moh. Arisoney
L

13
Firmansyah
L

14
Diky Wahyudi
L

15
Aditya Putra Wijaya
L


1
2
3
4
16
Imron Hanafi
L

17
Tri Teguh Manunggal
L

18
Saiful Amin
L

19
Andrik Is Hidayati
L

20
Guhtur M.
L

21
Eko Siswanto
L

22
Jeri Suroyo
L

23
Reni Anggraini
L

24
Jaka Tingkir
L

25
Rudy Sugianto
L

26
Afif Mustofa
L

27
Anggadaya Kusuma
L

28
Chandra Putra
L

29
Hendra S.
L

30
Armando
L

31
Mashud Hendro L.
L

32
Doni Candra
L

33
Candra W.
L

34
Deni
L

35
M. Sulton
L

36
Su’ud Tullah
L


1
2
3
4
37
Imanuel
L

38
Hendra
L

39
Dian Ananto
L

40
Nurul Hadiatullah Zhainuri
L

41
Islahul Mubarokh
L

42
Rachmat Samsuri
L

43
Sergys Utafara
L

44
Samhadi
L

45
M. Fajar Azmi Al-Fauzun
L

46
Ardian Candra Dinata
L

47
Sigri Pradana
L

48
Eli Darmawan
L

49
Ryan Denata Mahendra
L

50
Deny Amin Umbu L. Kani
L

51
Doni Irawan
L

52
Alfan S.
L

53
Dimas Saputra
L

54
Mukhlas Adi Putra
L

55
Arista Kelana Abadi
L

56
Denan Andriyanto
L

57
Rizky Aditya Alamsyah
L


1
2
3
4
58
Wayudi Andriyansyah
L

59
Martin Aji Prawiro
L

60
Hadi Winoto
L

61
Wahyudi
L

62
Dedi Kurniawan
L

63
Fathur rohman
L

64
Siswanto Dwi Cahyono
L

65
Dany Tri Sutrisno
L

66
Chairul Anam
L

67
Budi Anan Ilham
L

68
Adi Bintoro
L

69
Moh. Rico Ramadana
L

70
Anang Mustofa
L

71
Dhani Rusdi T.
L

72
Luswandi
L

73
Umarsanu
L

74
Syaiful Bahri
L

75
Hendra Kurniawan
L

76
Tri Okta F.U
L

78
Mukhsin A.
L

79
Hendrik S.
L


1
2
3
4
80
Faiz Mashuri
L

81
Supriyadi
L

82
Rahman
L

83
Moh. Wahyudi
L

84
Totok Hermanto
L

85
Salim
L

86
Haryono
L

87
Samsul Islami
L

88
Sugiyanto
L

89
Heriyanto
L

90
Muhcromin
L

91
Ferdi Indarto
L

92
Edi Ansusanto
L

93
Dwi Febri
L

94
Ade
L

95
Dedi K.
L

96
Ardi Candra
L

97
Awan Wirawan
L

98
Azwar Alala
L

98
Doni Yuhibbullah
L

99
Herry Sofyan
L

100
Mukhlis M.A
L



ABSTRAK Skripsi

                                                        ABSTRAK


Kamilah, Nisaul. Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Love in Pesantren Karya Shachree M. Daroini Sebagai Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid di Pesantren. Skripsi

Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah santri dalam sebuah pesantren, kyai tidak bisa berdiri sendiri untuk mengayomi seluruh santri. Oleh karena itu, kyai banyak dibantu oleh para guru dalam menggerakkan roda pendidikan di tubuh pesantren. Dalam skripsi ini, penekanan lembaga pendidikan yang dimaksud adalah guru dan murid yang terlibat dalam pendidikan sekolah, dimana sekolah itu sendiri menjadi otoritas pesantren. Sehingga semua kebijakan, baik terkait anggaran, mata pelajaran, bahkan seragam dan lain-lain ditentukan oleh kebijakan pesantren sebagai pengayomnya. Pengejawantahan kitab ta’limul muta’allim yang sporadis membuat pondok pesantren menanamkan nilai-nilai sakti yang terkait dengan interaksi guru dan murid semisal; murid harus sam’an wa to’atan (mendengarkan dan taat), sendhiko dhawuh dengan satu iming-iming klasik, apalagi kalau bukan barokah. Adanya doktrin-doktrin inilah yang seringkali menjadikan murid mandek, stagnan dan tidak kritis. Mereka dituntut untuk menerima segala pengetahuan yang dicekokkan pada mereka sebagai kebenaran mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Guru yang seharusnya demokratis justru menjadi sosok yang bisa jadi memenggal progresifitas, memancung pluralitas, dan membunuh dialektika dan dinamika keilmuan yang senantiasa berkembang. Pada akhirnya, realitas semacam itulah yang membuat banyak pihak melontarkan kritik terhadap pola pendidikan di pesantren. Kritik tajam itu tak hanya dilisankan tapi juga melalui tulisan, dalam bentuk fiksi maupun non fiksi. Salah satu dari banyak tulisan tersebut adalah novel Love in Pesantren karya Shachree M. Daroini yang notabene alumni pondok pesantren. Banyak kritik yang kemudian lahir dari tangan-tangan kreatif yang bisa mensintesiskan antara realitas yang terjadi di lapangan dengan imajinasi sehingga membuahkan novel yang menurut penulis apik, kritis. Relevansi novel Love in Pesantren karya Shachree M. Daroini dengan realitas interaksi guru-murid yang berkembang di sekolah dalam lingkungan pesantren inilah yang membuat penulis tertarik unuk mengadakan analisis novel yang tertuang dalam judul: Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Love in Pesantren Karya Shachree M. Daroini Sebagai Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid di Pesantren.
Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel ”Love in Pesantren” serta mengetahui dan menganalisis nilai edukatif dari novel yang bisa kita terapkan sebagai reformulasi pola interaksi guru dan murid di pesantren. Penelitian yang penulis lakukan ini termsuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis reflektif. Yakni menganalisis berdasarkan narasi kemudian direfleksikan dalam realitas yang terjadi di dunia nyata dan menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Peneliti berfungsi sebagai instrumen penelitian karena peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Kegiatan yang dilakukan peneliti sehubungan dengan pengambilan data yaitu, kegiatan membaca teks novel Love in Pesantren dan peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif membaca, mengenali, mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang merupakan penanda dalam satuan-satuan peristiwa yang di dalamnya terdapat gagasan-gagasan hingga menjadi sebuah keutuhan makna.
            Hasil dari analisis novel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel ”Love in Pesantren” karya Shachree M. Daroini adalah: upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, semangat melakukan ritual keagamaan, tolong menolong, menyadari keterbatasan diri, amar ma’ruf nahi munkar, sigap menghadapi masalah, pengembangan pendidikan, kemandirian, prinsip keadilan, menciptakan kondisi lingkungan yang sarat nuansa religius, menghargai perbedaan, menghargai dan menghormati  sesama manusia, berfikir kritis mengenai kehidupan, mau memaafkan, mampu menerima kritik, bersikap lembut, welas asih dan ramah pada orang lain, bersikap optimis dan tidak putus asa. Sedangkan dari nilai-nilai edukatif di atas, yang bisa kita terapkan sebagai reformulasi pola interaksi guru dan murid di pesantren adalah: Upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, menciptakan kondisi lingkungan yang sarat nuansa religius, menghargai dan menghormati sesama manusia, bersikap lembut, welas asih dan ramah pada orang lain, menghargai perbedaan, prinsip keadilan, berfikir kritis mengenai kehidupan, mampu menerima perubahan, mampu menerima kritik, dan mau memaafkan.
            Oleh karena itulah, menurut hemat penulis, pesantren, sebagai lembaga yang sakral dan disakralkan, hendaknya senantiasa mengembangkan keilmuan dan tidak bersikap ekskulusif dalam bersudut pandang. Tidak mengekalkan pengkelasan serta feodalisme yang berakibat pada pengkultusan yang berlebihan. Oleh karenanya, pesantren sepatutnya senantiasa membuka diri untuk mau memahami perbedaan sudut pandang agar tidak terburu-buru memandang segala sesuatunya secara hitam-putih. Baik guru maupun murid di lingkungan pesantren, hendaknya sesegera mungkin menyadari, bahwa dunia telah mengalami kemajuan pesat. Kehidupan global menanti intelektual muslim yang menguasai teknologi dan informasi. Bukan sekedar orang-orang puritan yang gagap teknologi, membenci globalisasi dan mengurung diri tanpa mampu berbuat apa-apa untuk menjadi pioneer di era global. Jika umat muslim tetap terkungkung dalam doktrin yang mengkerdilkan, membatasi nalar kritis dan kreatifitas, mencampakkan kemajuan atas dalih moralitas dan sekulerisme, maka umat Islam takkan pernah lepas dari imperialisme Barat.



           


            

matrik penelitian

Lampiran 1
MATRIK PENELITIAN

Judul
Variabel
Sub Variabel
Indikator
Sumber Data
Metode Penelitian
Rumusan Masalah
Upaya Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Guru Pendidikan Agama Islam di SMU Negeri I Bantur Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2003/2004
1.     Upaya Kepala Sekolah



2.     Kualitas Guru Pendidikan Agama Islam


Upaya Kepala Sekolah




1.       Profesionalisme mengajar





2.       Metode mengajar


3.       Sarana dan prasarana



4.       Evaluasi




1.       Latihan
2.       Sharing idea
3.       Monitoring
4.       evaluasi

1.       Teknik mengajar
2.       Administrasi mengajar
3.       Pengelolaan kelas

1.       Ceramah
2.       Diskusi
3.       Tanya jawab

1.       Laboratorium
2.       Perpustakaan
3.       Ruang kelas

1.       Protest
2.       Postest
3.       Tes
4.       Penilaian

1.       Responden guru SMU Negeri I Bantur Kabupaten Malang
2.       Informan
-          Kepala sekolah
-          Siswa
-          TU
-          Wali kelas
3.       Dokumentasi
4.       Kepustakaan
1.       Penentuan populasi Seluruh Guru SMU Negeri I Bantur Kabupaten Malang
2.       Metode penentuan responden populasi  sampling
3.       Metode pengumpulan data
a.       Observasi
b.       Interview
c.        Dokumenter
4.       Analisa data menggunakan reflektif thingking
5.       Pendekatan Penelitian kualitatif dengan paradigma fenomenologis



1.       Pokok Masalah
Bagaimana upaya Kepala sekolah dalam meningkatkan kwalitas guru Pendidikan agama Islam di SMU Negeri I Bantur Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2003/2004
2.       Sub Pokok Masalah
1.       Bagaimana upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme mengajar guru Pendidikan agama Islam di SMU Negeri I Bantur Tahun Pelajaran 2003/2004
2.       Bagaimana upaya kepala sekolah dalam meningkatkan metode mengajar guru Pendidikan agama Islam di SMU Negeri I Bantur Tahun Pelajaran 2003/2004.
3.       Bagaimana upaya kepala sekolah dalam meningkatkan sarana dan prasarana mengajar guru Pendidikan agama Islam di SMU Negeri I Bantur Tahun Pelajaran 2003/2004
4.       Bagaimana upaya kepala sekolah dalam meningkatkan evaluasi mengajar guru Pendidikan agama Islam di SMU Negeri I Bantur Tahun Pelajaran 2003/2004